KELAHIRAN ILMU ALAMIAH
Bila dilihat
dari segi metodologi dan psikologi maka seluruh ilmu pengetahuan tersebut
didasarkan pada :
.
.
Dosen Pengampu:
Minarni, S.Pd., M.Si
.
Disusun Oleh:
Putri Wahyu illahi
.
.
.
PRODI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS JAMBI
1.1 Latar Belakang Kelahiran Ilmu Alamiah
Salah satu kodrat manusa ialah mencari tahu apa yang tidak
diketahui, baik itu disadari atau tidak. Keingintahuan manusia tidak
terbatas pada keadaan diri manusia sendiri atau keadaan sekelilingnya, dan juga
terhadap semua hal yang ada di alam fana ini bahkan terhadap hal-hal yang
ghaib. Manusia berusaha mencari jawaban atas berbagai pertanyaan itu dan dari
dorongan ingin tahu manusia berusaha mendapatkan pengetahuan mengenai hal yang
dipertanyakannya. 'ilmu Pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam
yang dihadapinya, baik alam besar "macro cosmos'', maupun alam
kecil "micro-cosmos''. Di dalam sejarah perkembangan pikir manusia
ternyata yang dikejar itu esensinya adalah pengetahuan yang benar, atau secara
singkat disebut kebenaran.
Sejak dilahirkan di muka bumi manusia bersentuhan dengan
alam dan menimbulkan pengalaman. alam memberikan rangsangan kepada manusia
melalui panca indera. Jadi panca indera merupakan alat komunikasi antara alam
dengan manusia, yang menghasilkan pengalaman. Pengalaman itu satu demi saat bertambah, karena manusa ingin
mendapatkan jawaban atau pertanyaan yang hakiki: Apa, Bagaimana, dan Mengapa,
baik itu atas kehadirannya didunia ini. Rangsangan
demi rangsangan seperti inilah yang meciptakan pengetahuan, yaitu kumpulan
fakta-fakta objek “The bundle of fact”.
Rasa ingin tahu manusia yang terus berkembang sebagai hasil
perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil pengamatan dan
pengalaman telah mendorong manusia untuk melahirkan pendekatan kebenaran yang
tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio
belaka, dorongan tersebut setidaknyaterdiri dari dua sisi, yakni dorongan
pertama untuk memuaskan diri sendrii yang sifatnya non praktis atau teoritis
guna memenuhi kuriositas dan memahami tentang hakikat alam semesta dan segala
isinya, yang selanjutnya melahirkan Pure Science (Ilmu
Pengetahuan Murni).
Pertambahan Pengetahuan terjadi atas 2 dorongan pokok, yaitu:
1. Dorongan yang
bersifat Praktis, yakni manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir,
berbudi, berperasaan yang selalu berusaha menjadikan hidupnya lebih aman dan
tingkatnya lebih tinggi. Dorongan ini menghasilkan ilmu pengetahuan
terapan(teknologi).
2. Dorongan yang
bersifat Teoritis, yakni manusia memiliki sifat ingin tau dan mengerti sebenarnya,
benar akan objeknya. Dorongan ini menghasilkan ilmu pengetahuan murni.
1.2
Pendekatan dengan Ilmu Alamiah
1. Penalaran Deduktif (Rasionalisme)
Dengan
bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara
penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos.
Dengan demikian mitos makin kurang disukai dan hanya dipakai untuk memberi
keterangan pada anak kecil kalau kita kebetulan terlalu malas untuk memberi
keterangan ilmiah yang lengkap atau kalau kita menganggap bahwa anak itu masih
terlalu kecil untuk dapat mencerminkan keterangan yang benar.
Menurut
A. Comte, dalam perkembangan manusia sesudah tahap mitos, manusia berkembang
dalam tahap filsafat. Pada tahap filsafat, rasio sudah terbentuk, tetapi belum
ditemukan metode berpikir secara objektif. Rasio sudah mulai dioperasikan, tetapi
kurang objektif. Berbeda dengan pada tahap teologi, pada tahap filsafat ini
menusia mencoba mempergunakan resionya untuk memahami objek secara dangkal. C.V
van Peursen dalam bukunya mengatakan bahwa di dalam mitos manusia terikat,
manusia menerima keadaan sebagai takdir yang harus diterima. Lama kelamaan
manusia tidak mau terikat, maka manusia berusaha mencari penyelesaian dengan
rasio.
2.
Penalaran Induktif (Empiris)
Pengetahuan
yang diperoleh berdasarkan penalaran deduktif ternyata mempunyai kelemahan,
maka muncullah pandangan lain yang berdasarkan pengalaman konkret. Mereka yang
mengembangkan pengetahuan berdasarkan pengalaman konkret ini disebut penganut
empirisme. Paham empirisme menganggap bahwa pengetahuan yang benar ialah
pengetahuan yang diperoleh langsung dari pengalaman konkret. Menurut paham
emperisme ini, gejala alam itu bersifat konkret dan dapat ditangkap dengan
panca indera manusia. Dengan pertolongan panca inderanya, manusia berhasil
menghimpun sangat banyak pengetahuan. Himpunan pengetahuan ini dapat disebut
ilmu pengetahuan yang disusun secara teratur dan dicari hubungan sebab
akibatnya. Untuk maksud itu perlu dilakukan penalaran. Penalaran haruslah dimulai dari yang sederhana
menuju ke yang lebih kompleks. Di
dalam penalaran itu, fakta yang didasarkan atas pengamatan tidak boleh dicampur
adukkan dengan dugaan atau pendapat orang yang melakukan penaran.
1.3 Keterbatasan Ilmu Alamiah
Untuk itu perlu dilakukan pengujian sampai
dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah tidak berlaku. Untuk
itu kita perlu memperhatikan :
Pertama, Bidang
ilmu Alamiah, yang menentukan bidang ilmu alamiah adalah metode ilmiah, karena
bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan,
sebaliknya bidang non ilmiah adalah wahana dimana metode ilmiah tidak dapat
terapkan. Contoh hipotesa tentang keberadaan tuhan merupakan konsep yang tidak
bisa menggunakan metode ilmiah dan apabila menggunakan konsep ini bisa
menyebabkan orang Atheis.
Kedua, tujuan
ilmu Alamiah, membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah hanya dapat
mengemukakan bukti kebenaran sementara dengan kata lain untuk kebenaran
sementara adalah "Teori". Karena tidak ada sesuatu yang mutlak tetapi
terus mengalami perubahan (contoh teori tentang bumi ini bulat)
Ketiga. Ilmu
alamiah dan nilai, ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu
keputusan . Manusia pemakain ilmu alamiahlah yang menilai apakah hasil Ilmu
Alamiah baik atau sebaliknya. Contoh penemuan mesiu atau bom atom.
1.4 Filsafat Ilmu
Alamiah
` Filosofis ilmu alamiah sebagai dasar
pengembangan ilmu mengacu pada nilai yang berkembang sejalan dengan pola pikir
manusia dalam bentuk budaya dan norma yang dianut dan menjadi pandangan hidup,
untuk itu dibawah ini diuraikan beberapa dasar filsafat ilmu alamiah ;
- Vitalisme
Ilmu
alamiah awalnya tidak dapat terlepas dari pengaruh kepercayaan atau mitos,
filsafat vitalisme merupakan doktrin yang menyatakan adanya kekuatan di luar
alam. Kekuatan itu memiliki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang
terjadi di alam semesta ini. Kekuatan itu dikenal dengan istilah élan vital,
Tuhan, yang maha kuasa dll.
- Mekanisme
Mekanisme
merupakan pandangan yang menyatakan bahwa sebagai penyebab yang mengatur semua
gerakan di alam semesta ini adalah sejumlah hukum alam ( nature of
law ), dengan demikian menurut paham ini semua gejala alam semesta terjadi
dengan sendirinya sesuai dengan hukum alam sehingga pandaqngan ini akan
menyamakan antara gejala mahluk hidup dengan mahluk tak hidup sehingga tidak
perbedaan yang hakiki diantaranya. Dengan demikian akan menggiring pandangan
manusia pada paham materialisme yang kemudian menjadi ateisme.
- Agnotisme
Agnotisme
merupakan paham yang tidak mempedulikan ada tidaknya kekuatan di luar alam
(sang pencipta, Tuhan, yang maha kuasa, élan vital ). Penganut paham ini hanya
mempelajari gejala alam semata, paham ini akan menggiring manusia
bersikap sekuler sebagaimana
banyak dianut ilmuwan barat.
Indonesia
yang menjunjung tinggi falsafah Pancasila yang secara seimbang akan dapat
menjembatani antara paham vitalisme dengan mekanisme yang justru peduli pada
sang pencipta tidak seperti halnya agnotisme, sehingga pengetahuan alamiah
secara seimbang dilandasi dengan pengetahuan keyakinan, Sehingga ilmuwan
Indonesia selalu dalam kondisi Teisme.
2.1 Mitos,
Kepuasan dan Ketidakpuasan Terhadapnya
Mitos
lahir dan diterima oleh masyarakat dikarenakan keterbatasan pengetahuan,
pengalaman dan pemikiran yang dimiliki
oleh masyarakat waktu itu.
Dapat kita
ambil contoh pada zaman Babylonia kira-kira 600-700 SM. Masyarakat di zaman itu
percaya bahwa alam semesta merupakan suatu ruangan atau selungkup. Bumi itu
datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dengan bintang merupakan
atapnya. Mereka juga dengan menakjubkannya telah mengenal Ekliptika (bidang
edar matahari). Horoskop atau
ramalan nasib manusia berdasarkan perbintangan juga berasal dari zaman
Babylonia. Masyarakat tersebut dapat menerimanya dikarenakan pengetahuan yang
mereka peroleh dari kenyataan pengamatan karena pengalaman tidak terlalu dapat
digunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari yang mereka hadapi, karena saat
itu pengetahuan mereka belum dapat menjawab mengapa hal itu terjadi.
Lalu saat
ini karena kemampuan berpikir manusia makin maju dan disertai pula oleh
perlengkapan pengamatan , misalnya berupa teropong bintang yang makin sempurna,
maka mitos dengan berbagai legendanya makin ditinggalkanorang. Mereka cenderung
menggunakan akal sehat atau rasionya. Semakin lama mitos semakin ditinggalkan orang
sebagai alat untuk mencari kebenaran atau untuk menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan alam.
2.2 Perkembangan
Pengetahuan dari Masa ke Masa
Perkembangan ilmu terus berkembang menjadi
beberapa periode, mulai dari zaman zunani terus berkembang hingga sampai zaman
post modern yang masing-masing memiliki karakteristik dan para filosof yang
berbeda. Perbedaan karakteristik perkembangan ilmu pengetahuan di setiap
periode dikarenakan adanya pola pikir manusia yang mengalami perubahan dari
mitos-mitos menjadi lebih rasionil. Manusia menjadi lebih proaktif dan kreatif
menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian.
- . Zaman
Purba
Pada
zaman purba, manusia selain mewariskan alat-alat purba, juga mewariskan cara bercocok
tanam dan cara berternak. Peninggalan-peninggalan alat-alat, tanaman, ternak
tersebut menunjukkan bahwa manusia purba telah mempunyai pengetahuan untuk
memperolehnya. Penemuan-penemuan itu terjadi baik secara kebetulan ataupun
disengaja semuanya berdasarkan pengamatan primitif, dan mungkin dilanjutkan
dengan percobaan-percobaan yang dilakukan dengan tanpa dasar dan tanpa
pengaturan, tetapi dengan mengikuti proses”Trial and error”. Dengan demikian
tersusunlah ”know how” meskipun tidak diketahui sebabnya, tidak diketahui
”mengapanya”. Dengan demikian maka zaman batu ini ditandai oleh pengetahuan
”know how” yang diperoleh berdasarkan Kemampuan mengamati, membeda-bedakan,
memilih, melakukan percobaan tanpa disengaja, yang berlandaskan dengan proses
”Trial and error”.
Setelah
zaman ini masa 15000 sampai kurang lebih 600 tahun SM. Masih merupakan
kelanjutan dari zaman batu. Mereka masih mewarisi pengetahuan dari zaman batu,
tetapi diantara mereka ada yang mampu mengolah logam. Dalam hal pembuatan
logam, alat-alat mereka tidak lagi terbuat dari batu, melainkan dari perunggu
atau besi. Pada zaman purba tersebut manusia menggantungkan diri pada
kepercayaan agama yang politistik. Mereka percaya bahwa dewa-dewa berada di
bulan, matahari, bintang, karena itu, benda-benda angkasa itu terus-menerus
diamati. Dan mereka mulai menyusun kalender sebagai pedoman waktu untuk
mengatur kehidupan ritual, pekerjaan sehari-hari dan kehidupan biasa pada
umumnya.
Penemuan-penemuan
tersebut di atas merupakan proses alamiah yang hanya mungkin pada zaman itu
mencari dan akhirnya menemukan dan mampu menggunakan angka-angka dan abjad
untuk melakukan perhitungan-perhitungan. Di samping kemampuan-kemampuan dan
penemuan-penemuan tersebut, mereka bisa membentuk kemampuan mengukur, kemampuan
ini digunakan untuk mengukur bidang tanah dan perladangan juga mengukur hasil
panennya. Untuk keperluan pengukuran-pengukuran tersebut juga telah ditemukan
bentuk segitiga, segitiga siku-siku, dan sudut siku-siku. Kemudian ilmu
berkembang dan menjelma menadi ilmu hitung (arithmetic) dan ilmu ukur
(geometry).
- Zaman
Yunani
Masa
600 tahun sebelum masehi sampai kurang lebih 200 tahun sebelum masehi biasanya
disebut zaman Yunani. Dalam zaman ini proses-proses perkembangan know how tetap
mendasari kehidupan sehari-hari, tapi lebih maju daripada zaman sebelumnya.
Dalam bidang pengetahuan sikap dan pemikiran yang sekedar menerima apa adanya,
terjadi perubahan besar, dan perubahan ini dianggap sebagai dasar ilmu
pengetahuan modern. Hal ini berdasarkan pada sikap bangsa Yunani yang tidak
dapat menerima pengalaman-pengalaman secara pasif receptif. Mereka memiliki
”inquiry atitude” dan ”inquiry mind” orang pertama yang mempertanyakan dasar
dari alam dan isi alam ini adalah Thales (624-548 SM). Pemikiran Thales dalam
rangka membahas perkembangan ilmu pengetahuan ”Yang penting bukan jawaban yang
diberikan, tetapi diajukannya pertanyaan tersebut”. Karena dari pertanyaan akan
menimbulkan atau menyebabkan pemeriksaan dan penelitian yang terus menerus.
Jadi, pertanyaan merupakan suatu motor yang tetap mendorong pemikiran dan
penyelidikan.
Disamping
Thales terdapat banyak tokoh filsafat Yunani yang besar sekali sumbangannya
pada perkembangan ilmu pengetahuan diantaranya adalah Al-Fargani, Jabir bin
Hayyam, Phytagoras, Aristoteles dan Archimedes.
- Zaman Modern
Pada
permulaan abad ke-14, di Eropa di mulai perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak
zaman itu sampai sekarang Eropa menjadi pusat kemajuan ilmu pengetahuan dan
umat manusia pada umumnya. Permulaan perkembangannya dicetuskan oleh Roger
Bacon (1214-1294) yang menganjurkan agar pengalaman manusia sendiri dijadikan
sumber pengetahuan dan penelitian. Copernicus, Tycho Broche, Keppler dan
Galileo merupakan pelopor dalam mengembangkan pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman
tersebut.
Perkembangan
ilmu pengetahuan menjadi sangat mantap dan pesat setelah ditulisnya buku yang
berjudul Novum Organum oleh Francis Bacon (1560-1626) yang mengutarakan tentang
landasan empiris dalam mengembangkan pengetahuan dan penegasan ilmu pengetahuan
dengan metodenya.
a.
Pengamatan dan pengalaman manusia
yang terus menerus
b.
Pengumpulan data yang terus
menerus dan dilakuakan secara sistematis
c.
Analisis data yang ditempuh
dengan berbagai cara.
d. Penyusunan model-model atau
teori-teori, serta penyusunan ramalan-ramalan sehubungan dengan model itu.
e.
Percobaan untuk menguji ramalan
tersebut.
Sumber Referensi:
Drs.Abu Bakar, M.Pd,
dan Drs. Fuldiarahman,M.Pd.2010.Ilmu Alamiah Dasar.Jambi:EModul.
Makoeri
Jasin.2002.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta:PT RajaGrafindo
Persada.
https://www.academia.edu/9701643/Rasa_Ingin_Tahu_Pengertian
https://www.academia.edu/4940855/LAHIRNYA_ILMU_ALAMIAH_A
Catatan:
Makalah
ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas tengah semester mata kuliah Ilmu
Alamiah Dasar.
Dengan
mempelajari Ilmu Alamiah Dasar membawa sangat banyak manfaat bagi saya seperti mengetahui
dari mana pengetahuan terbentuk, mengetahui penjelasan ilmiah tentang
mitos-mitos yang sering saya dengar dan saya kira hanya larangan dari nenek
moyang dahulu. Juga membuat saya lebih berpikir kritis mengenai asal mula dan
bentuk alam semesta. Saya juga bersemangat tiap kali menyinggung tentang pembenaran suatu mitos atau pembuktian mitos itu melalui metode ilmiah.
Nice
BalasHapussaranghae :*
HapusSangat berfaedah
BalasHapusMakasih^^
HapusTerimakasih sangat membantu
BalasHapusTerimakasih kembali:)
HapusMantaf
BalasHapusMakasih loh:)
HapusBagus, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih
HapusSaya suka😍 sangat membantu dalam membuat tugas
BalasHapusWah makasih banyaak
HapusBagus put, terus berkarya
BalasHapusSip^^ makasih loh
HapusKeren👍
BalasHapusTenkyuuu
Hapuswihh baguss put
BalasHapusWiih arep ^^
HapusMantap
BalasHapusMakasih sodara^^
Hapussangat sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih:)
HapusSangat membantu kakak👍
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih kakak
Hapussangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih:)
HapusI like it
BalasHapusTenkyuuu
HapusCukup mantap ☝sangat mantap👈Mantap kaliii👆👆
BalasHapusTerimakasih:))
HapusBagusan kak
BalasHapusMakasih:)
HapusLuar biasa
BalasHapusTerimakasih^^
HapusHai HIME,
BalasHapusHai pak rt:)
HapusSabgat bermanfaat...
BalasHapusTerimakasih
HapusBaguuus bngey
BalasHapusSangat menginspirasi kk mau dong jd penulis jg kya kakak :*:)
BalasHapusDi tunggu post berikut nya yh kak pyuut
BalasHapus:') terimakasih buanyaak mbok ijan
Hapussangat membantu 😊
BalasHapusMakasih:)
HapusBagus kk
BalasHapusMakasih dek
HapusBagus dan bermanfaat ,semoga kedepannya ditingkatkan lagi
BalasHapusMakasih bang
HapusSangat membantu...
BalasHapusThat's good and helpful...
BalasHapusTenkyu sir
HapusYskkkk gudf
BalasHapusArigatou sis
HapusKore wa sugoi desu
BalasHapusArigatou RR-chan
HapusGood sekali
BalasHapusSugoiii.. ganbatte kudasai
BalasHapusArigatou senpai
HapusSugoi-desu nee
BalasHapusSangat bermanfaat skli mbak...
BalasHapusSangat bermanfaat skli mbak...
BalasHapusMakasih:)
HapusMantappu👍
BalasHapusLanjutkan anak muda
BalasHapusLanjutkan anak muda
BalasHapusLanjutkan anak muda
BalasHapusBagus, lanjutkan agar makin jadi yang terbaik
BalasHapusilmu nya bermanfaat banget. makasih ya
BalasHapusBagus,semangat terus nulisnya put
BalasHapusGood
BalasHapus